IBU

Para bapak tidak perlu iri hati dan sakit hati apabila kata yang terindah dan mengesankan di hati berjuta bangsa manusia adalah kata “Ibu”.  Ibu adalah kata yang penuh harap dan cinta, hangat serta sayang yang mengalir dari relung-relung hati manusia

Ibu adalah segalanya, penghibur di kala duka, harapan di waktu derita dan sumber kekuatan di dalam kelemahan.

Sewaktu kita kanak-kanak, ketiadaan ibu menjadikan jiwa merana dan seakan tidak ada tiang penyangga siang dan malam.

Ibu melahirkan, menyusui dan menyapih anaknya bila ia sudah cukup umur untuk disapih. Ibu menyayangi buah hatinya yang rupawan, bahkan yang tidak tampan dan cantik sekalipun. Ia menyayangi anaknya yang lahir sehat baik secara fisik dan mental ataupun yang lahir dalam keterbatasan tertentu. Ibu tidak hanya menyanyangi anaknya yang pintar tetapi juga yang kemampuan otaknya biasa-biasa saja. Ibu menyayangi anaknya yang baik dan penuh hormat; tetapi juga juga menyanyangi anaknya yang nakal dan menjengkelkan bahkan ia selalu berdoa bagi mereka. Cinta kasih seorang ibu tidak akan lapuk oleh jaman dan kelakuan anaknya. Begitu kata orang cerdik pandai

Ibu adalah sosok pribadi yang penuh cinta. Yang tidak  pernah menuntut balas jasa di hari tua terhadap anak-anaknya. Kebanggaannya ialah kalau anak-anaknya mempunyai kehidupan yang lebih baik dibandingkan dirinya.

Siapa dari  antara kita yang tidak pernah berlindung di perutnya dan melihat dunia tanpa melalui rahimnya?!

Dalam Alkitab pun, Allah pernah dipersonifikasikan dalam bentuk feminin. Misalnya dalam Yesaya 40 dimana Allah digambarkan sebagai  induk rajawali yang memelihara dan melindungi anak-anaknya. Pentingnya penghargaan akan keberadaan seorang ibu ditegaskan dalam salah satu dari sepuluh perintah, “Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu…” (Keluaran 20: 12 ; Ulangan 5: 16) dan ucapan Paulus dalam Efesus 6:1-3

Besok, 22 Desember, merupakan hari ibu. Hari yang mengingatkan kita akan peran dan besarnya cinta kasih seorang ibu dalam kehidupan kita. Kalau firman Tuhan saja memberikan tempat dan penghargaan yang tinggi  kepada seorang perempuan yang disebut ibu  mengapa kita tidak melakukannya.

Selamat hari ibu.

Have a blessed day,

Pdt. Jotje Hanri Karuh

About these ads

Tentang blessedday4us

Pdt. Jotje Hanri Karuh - GKI Kebonjati Bandung
Tulisan ini dipublikasikan di Renungan Harian dan tag . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s