MENGAPA YESUS LAHIR DI KANDANG DOMBA?

“ …dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Lukas 2: 7)

Di negeri Irak dikenal sebuah cerita tentang seorang raja yang terkenal baik dan bijaksana. Raja itu bernama Harun Al-Rasyid.  Raja ini terkenal karena sering menyamar sebagai rakyat biasa. Kadang-kadang ia menyamar sebagai penjual martabak. Pernah pula ia menyamar sebagai pengemis di pinggir jalan. Raja Harun menanggalkan segala kemegahannya lalu menyamar sebagai rakyat biasa untuk dapat menyelami dan merasakan apa yang menjadi pergumulan hidup rakyat negerinya.

Natal adalah juga suatu tindakan dimana Allah meninggalkan segala kemegahan dan kemuliaanNya dan menjadi manusia. Dalam Filipi 2: 6,7 dituliskan: “Yesus Kristus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”

Yesus datang sebagai seorang bayi dan lahir di sebuah kandang di Betlehem Efrata. Mengapa Ia tidak datang ke dunia ini sebagai seorang raja atau penguasa atau langsung datang saja sebagai Allah dengan segala kemegahan dan kemuliaanNya ? Yesus sengaja datang sebagai seorang anak kecil, sebagai bayi. Kedatangan Yesus sebagai seorang bayi memiliki makna yang dalam yang perlu kita renungkan pada hari ini.

Pertama, seorang anak kecil hidup dalam masa kini.

Tidak pernah ada bayi yang duduk untuk membuat rencana tentang masa depan. Juga seorang anak kecil belum dapat membedakan hari kemarin, minggu yang lalu apalagi setahun yang lalu. Anak kecil hanya tahu tentang sekarang ini.

Ada seorang raja bertanya kepada seorang bijaksana: “ Saat apa yang paling penting dalam hidup? Perbuatan apa yang paling penting dalam hidup?” Orang bijak ini menjawab: “Saat yang paling penting dalam hidup adalah saat sekarang ini. Perbuatan yang paling penting adalah perbuatan yang sekarang ini.” Saudara, waktu sekarang ini, saat ini adalah saat yang paling penting dalam hidup kita.

Nah, Tuhan datang sebagai  bayi pada malam Natal ini mau mengajar kita supaya kita memperhatikan hidup kita sekarang ini, hidup kita pada saat ini. Supaya kita menyadari apa yang kita perbuat pada hari ini sangat menentukan masa depan kita. Hari esok kita tergantung dari apa yang kita lakukan pada hari ini. Kalau sekarang baik nantinya juga akan baik. Kalau sekarang hidup dengan tidak peduli akan Tuhan maka akan binasa

Kedua, anak kecil itu tidak pernah tenang. Sangat sulit meminta anak kecil duduk dengan tenang tanpa bergerak selama satu jam. Setengah jam saja sudah sukar. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah dapat tenang.

Tuhan datang sebagai seorang bayi untuk mendorong kita supaya selalu terus-menerus dalam mencari Tuhan, terus-menerus berupaya lebih dekat dengan Tuhan. Selama hubungan kita dengan Tuhan belum baik, hubungan kita asal-asalan dengan Tuhan maka hati kita tidak akan merasa damai dan tenteram. Dalam kehidupan kita bersama dengan Tuhan jangan berprinsip “Kumaha engke” tapi “Engke kumaha” Setiap detik kehidupan sangat berarti dan berharga.

Kelahiran bayi Yesus di kandang domba juga memperlihatkan sisi yang lain dari maksud kedatangan Tuhan ke dunia ini. Dengan kelahiran di tempat yang hina, di sebuah kandang, Allah ingin memperlihatkan kepada manusia  betapa Allah sangat mengasihi manusia. Allah merendahkan diriNya serendah-rendahnya untuk menyatakan kepada kita semua bahwa Ia tidak  seperti raja-raja, penguasa-penguasa, tokoh-tokoh dunia atau tokoh-tokoh masyarakat yang menampilkan dirinya seolah-olah mulia dan terhormat tetapi melakukan perbuatan-perbuatan hina dan tercela.

Selain itu, kelahiran Yesus di sebuah kandang dan terbaring di dalam palungan juga memperlihatkan solidaritas, kepedulian, Yesus dengan mereka yang tidak mendapat tempat dalam masyarakat. Sepanjang hidupNya Yesus memperlihatkan kepedulianNya, perhatianNya kepada orang-orang yang tidak mendapat tempat dalam masyarakat, misalnya karena faktor status sosial: Pemungut cukai, perempuan pelacur, nelayan; atau karena faktor  fisik/jasmani: orang lumpuh, buta dan kusta; atau karena perbedaan suku bangsa: Orang-orang Samaria.

Mari kita renungkan kembali makna  kedatangan Yesus Kristus pada Natal tahun ini dengan merenungkan kehidupan kita.

Apakah kita selama ini memperlihatkan diri sebagai orang beriman yang memiliki kepeduliaan terhadap sesama seperti yang dicontohkan oleh Tuhan ?

Apakah kita selalu terus-menerus berusaha lebih dekat  dengan Tuhan  dalam kehidupan sehari-hari ?

Apakah kita selama ini menampilkan diri kita sebagai anak-anak Allah yang memperlihatkan kemuliaan Tuhan dalam sikap dan perbuatan kita ?

Apakah kita selalu mengoreksi kehidupan kita dan berusaha melakukan apa yang baik dalam setiap detik kehidupan kita ?

Have a blessed day,

Pdt. Jotje Hanri Karuh

About these ads

Tentang blessedday4us

Pdt. Jotje Hanri Karuh - GKI Kebonjati Bandung
Tulisan ini dipublikasikan di Renungan Harian dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke MENGAPA YESUS LAHIR DI KANDANG DOMBA?

  1. NOVERIANTO GEA berkata:

    Terimakasih banyak atas khotbah bapak,mudah mudahan dengan khotbah bapak ,kita lebih dekat dengan Allah ditahun yang baru ini, dan banyak umat-umat Tuhan yang akan dipulihkan .amin…….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s