HIDUP DI DALAM KEBENARAN ALLAH

Efesus 1: 15 – 23

Paulus pada ayat 15 – 16 memuji jemaat Efesus. Kenapa? Karena mereka mampu menunjukkan bahwa mereka sungguh percaya kepada Kristus  dan juga mengasihi sesamanya manusia. Mereka menunjukkan kasihnya kepada Yesus dengan mengasih sesama manusia. Mereka mampu menunjukkan kemauan dan kemampuan mereka untuk hidup di dalam iman percaya mereka. Inilah ciri kehidupan bergereja dan beriman yang benar. Kualitas  hubungan dan kasih kita terhadap sesama manusia mencerminkan kualitas hubungan kita dengan Tuhan.

Paulus sangat terkesan dengan jemaat Efesus ini. Dan saya yakin Yesus juga terkesan dengan kehidupan setiap anggota jemaat Efesus yang memberikan dampak positif bagi kehidupan bergereja dan masyarakat sekitarnya. Tentu Yesus juga mengharapkan agar jemaat kita pun dapat menjadi jemaat yang berakar, bertumbuh dan berbuah. Sehingga dampak positif  keberadaan kita dan gereja kita adapat dirasakan. Untuk itu, menurut Paulus ada tiga hal yang perlu kita miliki, yaitu: 

1. Mempunyai Roh hikmat

Kata yang dipakai Paulus untuk hikmat disini ialah Sophia. Sophia menunjuk kepada hikmat atau pengetahuan yang benar dan mendalam mengenai kehendak Allah. Jadi tidak sekedar tahu saja; melainkan juga mendalami dan memahaminya dengan sungguh dan benar. Kedalaman pemahaman akan kehendak Allah itu dapat dilihat dari kualitas hubungan kita dengan sesama dan bagaimana kehidupan bergereja kita. Apabila mendatangkan kebaikan, sdamai sejahtera dan orang lain yang berada dekat kita merasa dibangun dan dibangkitkan semangat hidupnya (tanpa membedakan latar belakang suku bangsa dan agama) maka kita dapat mengatakan bahwa kita telah memiliki ‘Sophia’ itu. Jika sebaliknya itu berarti kita hanya tahu tetapi tidak memiliki kedalaman pemahaman akan kehendak Allah.

2. Mati hati yang murni dan terang

Mengapa kita perlu mempunyai mata hati yang murni dan terang?

Amsal 27: 19, hati manusia mencerminkan manusia itu sendiri.

Matius 12: 35, buah yang baik berasal dari perbendaharaan yang baik, yaitu hati kita.

Bagaimana dengan isi hati kita selama ini? Baik atau buruk!!

3. Pengharapan

Ada kata-kata bijak yang mengatakan, “Harapan adalah pegas utama yang membuat manusia tetap bergerak” Harapan membuat orang tetap maju dan melangkah dengan pasti dalam hidupnya.

Saudara, kita harus ingat bahwa dalam hidup ini tidak ada seorang pun yang tidak mempunyai pengharapan.  Yang ada adalah orang-orang yang telah kehilangan pengharapan.

Apabila Allah begitu kuat dan besar kuasaNya mengapa kita hidup di dalam keraguan?

Dia lebih besar dari segala kesukaran kita

Dia lebih besar dari segala problem yang kita alami

Dia sanggup membuat kita mengatasi hambatan dan tantangan apabila kita mau percaya kepadaNya.

Pada saat kita merasa tidak kuat lagi berdiri itulah saatnya untuk berlutut dan berdoa.

Ketakutan membuat kita lumpuh. Tetapi keteguhan dan keberanian membuat kita ampuh. Kita harus ingat bahwa cara Tuhan menolong kita di masa sekarang  belum tentu sama dengan cara Tuhan menolong kita di masa lampau.

Kuasa Yesus memberi kekuatan kepada kita untuk menghadapi krisis hidup bahkan untuk menyelesaikan berbagai kesulitan hidup yang kita alami.

Yesus yang adalah penguasa dunia dan kehidupan pastilah dapat menjadi sandaran dan topangan yang kuat bagi kita yang mengalami keputusasaan, kecemasan dan kekuatiran. Kuasa Yesus mampu menumbuhkan semangat baru, semangat untuk bangkit.

Kehidupan kristiani adalah kehidupan yang selalu berusaha mengenal Allah lebih baik setiap harinya. Persahabatan yang tidak semakin akrab dari tahun ke tahun cenderung akan lenyap; demikian juga halnya hubungan kita dengan Tuhan, apabila tidak semakin dekat dan akrab lambat laun akan terasa hambar dan kemudian akan lenyap. Oleh sebab itu, kita harus terus memupuk dan mengembangkan:

  • Roh hikmat
  • Mata hati yang murni
  • Pengharapan

Sehingga kehidupan kita adalah kehidupan yang berkualitas. Hidup yang penuh makna.

Hidup yang tidak dapat memberikan pengaruh positif bagi kehidupan orang lain adalah kehidupan yang tidak layak untuk dijalani. Mari kita lihat apakah kehidupan kita selama ini telah memberikan dampak positif bagi kehidupan orang lain sebagai wujud nyata kasih kita kepada Kristus!

Amin.

Have a blessed day,

Pdt. Jotje Hanri Karuh

About these ads

Tentang blessedday4us

Pdt. Jotje Hanri Karuh - GKI Kebonjati Bandung
Tulisan ini dipublikasikan di Renungan Harian dan tag . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s