IMAN KRISTEN DAN TANGGUNG JAWAB EKOLOGI

oleh : Pdt. Jotje Hanri Karuh

Isue hangat yang berkaitan dengan masalah ekologis dunia sekarang ini ialah pemanasan global (global warming). Pemanasan global terjadi karena polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan dan pembakaran di pabrik-pabrik. Selain itu, penggundulan hutan yang tak terkendali yang tanpa dibarengi dengan reboisasi telah turut menyumbang bagi pemanasan bumi ini. Suhu bumi semakin panas.

Kerusakan alam, pemanasan global, dan kerusakan ekologis lainnya tidak cukup ditanggulangi secara teknologis saja. Tetapi juga harus dilengkapi dengan pembinaan manusianya. Penanggulangan masalah lingkungan hidup menyangkut perubahan sikap hidup dan perubahan nilai dalam masyarakat. Menjadi pertanyaan bagi kita: Bagaimana kita seharusnya memandang alam sekitarnya? Bagaimana kita seharusnya menempatkan manusia dalam karya penciptaan manusia? Pemahaman teologis seperti apa yang harus kita kembangkan alam kehidupan keseharian kita?

Apa itu perubahan iklim dan pemanasan global?

Komposisi kimiawi dari atmosfer sedang mengalami perubahan sejalan dengan penambahan gas rumah kaca – terutama karbon dioksida, metan dan asam nitrat. Kasiat menyaring panas dari gas tersebut tidak berfungsi.

Energi dari matahari memacu cuaca dan iklim bumi serta memanasi permukaan bumi; sebaliknya bumi mengembalikan energi tersebut ke angkasa. Gas rumah kaca pada atomsfer (uap air, karbon dioksida dan gas lainnya) menyaring sejumlah energi yang dipancarkan, menahan panas seperti  rumah kaca. Tanpa efek rumah kaca natural ini maka suhu akan lebih rendah dari yang ada sekarang dan kehidupan seperti yang ada sekarang tidak mungkin ada. Jadi gas rumah kaca menyebabkan suhu udara di permukaan bumi menjadi lebih nyaman sekitar 60°F/15°C.

Tetapi permasalahan akan muncul ketika terjadi konsentrasi gas rumah kaca pada atmosfer bertambah. Sejak awal revolusi industri, konsentrasi karbon dioksida pada atmosfer bertambah mendekati 30%, konsetrasi metan  lebih dari dua kali, konsentrasi asam nitrat bertambah 15%. Penambahan tersebut telah meningkatkan kemampuan menjaring panas pada atmosfer bumi. Mengapa konsentrasi gas rumah kaca bertambah? Para ilmuwan umumnya percaya bahwa pembakaran bahan bakar fosil dan kegiatan manusia lainnya merupakan penyebab utama dari bertambahnya konsentrasi karbon dioksida dan gas rumah kaca.

  • Perubahan Iklim merupakan tantangan yang paling serius yang dihadapi dunia di abad 21.
  • Sejumlah bukti baru dan kuat yang muncul dalam setudi mutakhir memperlihatkan bahwa masalah pemanasan yang terjadi 50 tahun terakhir disebabkan oleh tindakan manusia.
  • Pemanasan global di masa depan lebih besar dari yang diduga sebelumnya.

Sebagian besar setudi tentang perubahan iklim sepakat bahwa sekarang kita menghadapi bertambahanya suhu global yang tidak dapat dicegah lagi dan bahwa perubahan iklim mungkin sudah terjadi sekarang. Pada bulan Desember 1977 dan Desember 2000, Panel Antar Pemerintah Mengenai Perubahan Iklim, badan yang terdiri dari 2000 ilmuwan, mengajukan sejumlah pandangan mengenai realitas sekarang ini:

  • Bencana-bencana alam yang lebih sering dan dahsyat seperti gempa bumi, banjir, angin topan, siklon dan kekeringan akan terus terjadi. Bencana badai besar terjadi empat kali lebih besar sejak tahun 1960.
  • Suhu global meningkat sekitar 5 derajat C (10 derajat F) sampai abad berikut, tetapi di sejumlah tempat dapat lebih tinggi dari itu. Permukaan es di kutub utara makin tipis.
  • Penggundulan hutan, yang melepaskan karbon dari pohon-pohon,  juga menghilangkan kemampuan untuk menyerap karbon. 20% emisi karbon disebabkan oleh tindakan manusia dan memacu perubahan ilim.
  • Sejak Perang Dunia II jumlah kendaraan motor di dunia bertambah dari 40 juta menjadi 680 juta; kendaraan motor termasuk merupakan produk manusia yang menyebabkan adanya emisi carbon dioksida pada atmosfer.
  • Selama 50 tahun kita telah menggunakan sekurang-kurangnya setengah dari sumber energi yang tidak dapat dipulihkan dan telah merusak 50% dari hutan dunia.

Dampak dari pemanasan global ini memang tidak sepele. Mencairnya es di kutub-kutub bumi, naiknya permukaan laut sehingga banyak pulau-pulau yang terancam tenggelam, tidak beraturnya lagi siklus musim dibumi, badai dan topan yang semakin kencang dan besar kekuatannya dibandingkan dengan yang sebelumnya, dan sebagainya merupakan bahaya yang harus dihadapi manusia dan berbagai macam satwa lainnya di muka bumi ini.

Apa yang menyebabkan pemanasan global?

Pemanasan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal dengan gas rumah kaca, yg terus bertambah di udara, Hal tersebut disebabkan oleh tindakan manusia, kegiatan industri, khususnya CO2 dan chlorofluorocarbon. Yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan oleh penggunaan batubara, minyak bumi, gas dan penggundulan hutan serta pembakaran hutan. Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri, sedangkan emisi metan disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian. Chlorofluorocarbon CFCs merusak lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global, tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. Karbon dioksida, chlorofluorocarbon, metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi di udara dan menyaring banyak panas dari matahari. Sementara lautan dan vegetasi menangkap banyak CO2, kemampuannya untuk menjadi “atap” sekarang berlebihan akibat emisi. Ini berarti setiap tahun, jumlah akumulatif dari gas rumah kaca yang berada di udara bertambah dan itu berarti mempercepat pemanasan global.

Sepanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara spektakuler. Sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju; dan 78% dari energi tersebut berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk keuntungan. Sementara itu, jumlah dana untuk pemanfaatan energi yang tak dapat habis (matahari, angin, biogas, air, khususnya hidro mini dan makro), yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, baik di negara maju maupun miskin tetaplah rendah, dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan investasi yang dialokasikan untuk bahan bakar fosil dan energi nuklir.

Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah.

PANDANGAN TEOLOGIS MENGENAI CIPTAAN

Kejadian 1: 1 – 2:3 memperlihatkan bahwa seluruh ciptaan Allah pada hakikatnya adalah baik. Ini berarti pada setiap ciptaanNya itu terdapat harkat dan martabat yang ahrus dihargai oleh ciptaan lainnya karena Allah memberikan dan menyatakannya. Selain itu, pada segenap ciptaanNya Ia menetapkan struktur keseimbangan dan saling ketergantungan antara satu ciptaan dengan ciptaan lainnya.

Sebagai mahkota ciptaan, manusia diberi mandat oleh Allah untuk menaklukkan dan menguasai bumi beserta isinya. Penaklukkan dan penguasaan di sini bukanlah penaklukkan dan penguasan tanpa batas melainkan di dalamnya terdapat unsur pemeliharaan dan perlindungan terhadap bumi dan segala isinya. Mengapa? Sebab manusia dijadikan menurut gambar dan rupa Allah adalah untuk memelihara lingkungan hidupnya di samping memanfaatkannya dan bukan merusaknya.

Pada kejadian 9: 8 dan 17 diceritakan bahwa Allah mengikat perjanjian tidak saja kepada Nuh dan keluarganya (manusia) melainkan juga kepada segenap alam ciptaanNya. Pandangan ini melampaui lukisan bahwa manusia boleh memperlakukan alam semena-mena, melainkan manusia harus menghargainya yang mempunyai nilai yang tinggi sebagai ciptaan Allah.

Kejadian 1: 2 tidak memberitakan bahwa Allah menciptakan dari ketiadaan melainkan Ia mengubah ”Chaos” (ketidakberaturan) menjadi sesuatu yang berbentuk baik. Sebagai wakil Allah di Bumi, manusia bertanggung jawab untuk mengontrol aneka kekuatan chaos. Perspektif lingkungan dalam Kitab Kejadian sering dibaca berat sebelah dengan menekankan penguasaan manusia atas alam. Padahal, nuansa kekuatan dalam verba “menaklukkan” dan “menguasai” lebih berarti agar manusia menyelidiki alam, mempelajari hukum-hukumnya, mengeksplorasinya. Dalam aras pemikiran ini maka manusia dapat berpartisipasi dalam penciptaan apabila mengubah yang tidak berbentuk menjadi berbentuk, dari yang kotor menjadi bersih ,dan dari yang layu menjadi segar dan berbuah.

Perjanjian Baru sendiri mempunyai pandangan yang positif terhadap alam. Di dalam Injil dan Surat Rasuli ditegaskan bahwa kedatangan Yesus Kristus ke dunia untuk menebus/ menyelamatkan seluruh dunia (Yohanes 3:16), dan bahwa pendamaian yang dilakukan Yesus Kristus di salib adalah untuk seluruh dunia/ciptaan (II Korintus 5:19; Kolose 1:20). Ini berarti tindakan penyelamatan Alah tidak saja ditujukan kepada manusia melainkan juga kepada ciptaan Allah lainnya. Oleh sebab itu, manusia hendaknya mempunyai relasi yang baik dengan alam ciptaan Tuhan.

Tahun 1990, berlangsung Konferensi Internasional tentang “Justice, Peace and Integrity of Creation” di Seoul. Proses konsiliar diperluas ke arah kepentingan seluruh ciptaan yang terkait dengan  tata ekonomi yang adil, keamanan, dan kultur yang sesuai dengan integritas ciptaan serta menentang rasisme dan diskriminasi. Dokumen Seoul bertajuk: “Mengambil bagian dalam solidaritas perjanjian untuk Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan” dengan mengambil dasar teologis pada Perjanjian Ekumenis dan Ekologis dari Perjanjian Nuh dengan simbol Pelangi (Kejadian 9:12-13). Disebutkan bahwa manusia mempunyai tanggung jawab etis untuk setia pada perjanjian itu karena hanya kalau umat manusia memelihara perjanjian itu maka kehidupan akan terus berlangsung dengan baik dan manusia akan menikmati kelimpahannya.

Tahun 1991, Sidang Raya Dewan Gereja-gereja se Dunia di Canberra, yang mengambil tema: “Come, Holy Spirit Renew the Whole Creation”, menjadi puncak dari pergumulan dan perjuangan gereja-gereja di dunia mengenai upaya menyelamatkan lingkungan dan planet bumi. Dalam Sidang raya ini dirumuskan secara tegas pemikiran teologi mengenai hubungan manusia dengan lingkungan, dalam mengahadapi krisis lingkungan global, yang garis besarnya dapat dikemukakan sebagai berikut:

  • Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Allah telah mencipta alam raya ini baik adanya (Kejadian 1:31, band. I Timotius 4:4). Itu sebabnya seluruh ciptaan Allah dalam segala keindahan dan keagungannya memancarkan kebesaran dan kemuliaan Sang Pencipta (Mazmur 19). Karena Allah adalah Pencipta maka Allah adalah pemilik yang berdaulat atas seluruh ciptaan-Nya.. (Mazmur 24).
  • ó  Di dalam dan melalui Yesus Kristus segala sesuatu telah diciptakan (Yohanes 1; Kolose 1:16) dan segala sesuatu diperdamaikan dengan Allah (II Korintus 5:19; Kolose 1:20); serta seluruh ciptaan Allah mencapai kepenuhannya (Kolose 1:19). Segala sesuatu, manusia dan ciptaan lain  akan dipersatukan di dalam Kristus (Efesus 1:10) dan akan diperbarui dalam langit dan bumi yang baru (Wahyu 21:5) Jadi karya penebusan Yesus Kristus telah membarui bukan hanya kehidupan manusia tetapi kehidupan seluruh dunia (kosmos).
  • Kehadiran ilahi dari Roh Kudus dalam ciptaan mengikat manusia dengan seluruh ciptaan lainnya. Roh Kudus terus menerus memelihara dan membarui ciptaan/bumi (Mazmur 104:30).
  • Manusia diciptakan sebagai bagian dari seluruh ciptaan sekaligus sebagai penatalayan ciptaan Allah yang lain (Kejadian 1:26-27; 2:7); ditugaskan untuk memakai dan memelihara bumi/ciptaan lain (Kejadian 2:15), tidak semata-mata untuk menguasai dan menaklukkannya. Aspek khusus dari penciptaan manusia sebagai Gambar Allah dinampakkan dalam tugas memelihara dan menjaga ciptaan seperti Allah memelihara ciptaan-Nya.
  • Dosa manusia telah merusakkan hubungan Allah dengan manusia, termasuk semua ciptaan lain (Kejadian 3) maka seluruh makhluk menantikan saat pembebasan dari kebinasaan (Roma 8: 19-22).
  • Gereja selaku persekutuan orang-orang yang telah ditebus yang sekaligus menjadi tanda  ciptaan baru dalam Kristus (II Korintus 5:7), dipanggil oleh Allah untuk berperan dalam pembaruan ciptaan. Dengan dikuatkan oleh Roh Kudus, orang-orang Kristen dipanggil untuk bertobat dari penyalahgunaan dan perlakuan kejam terhadap alam. Gereja perlu merefleksikan apresiasi baru tentang ciptaan sebagai  dasar dan dorongan bertanggung jawab terhadap seluruh ciptaan.
  • Dalam masa sekarang kita menghadapi dua masalah utama secara global yang saling terkait yaitu krisis ketidak adilan sosial dan krisis ekologi dan lingkungan hidup. Untuk mewujudkan keadilan kita dituntut memberikan perhatian pada semua ciptaan: tanah, air, semua orang, tumbuhan, dan semua bentuk kehidupan lainnya.

Pernyataan sidang Dewan Gereja seDunia ini mengintegrasikan kesaling-bergantungan kebutuhan-kebutuhan ekologis, sosial, ekonomi, politik dan spiritual. Keadilan sosial untuk semua umat manusia dan keadilan ekologis kepada seluruh ciptaan harus berjalan bersama. Jadi, berbicara tentang kelestarian ekologi pasti berkaitan dengan masalah keadilan, ekonomi, politik, dan spiritualitas kita kepada Tuhan. Dalam Sidang Raya WCC 1998 di Harare, dirumuskan sebagai “keadilan kepada seluruh ciptaan Allah”

PENUTUP

Maksud manusia menguasai Bumi adalah agar alam dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia dan anak cucunya. Pada gilirannya karunia alam mendorong puji syukur kepada Allah yang mahabaik. Alam bukan untuk memenuhi kerakusan manusia. Penguasaan atas alam terkait dengan kesejahteraan yang berkelanjutan.Penguasaan atas alam dibatasi tujuan penguasaan itu sendiri, yakni demi kesejahteraan bersama. Maka, wujud penguasaan manusia atas alam bukan menggunduli hutan, mengeruk pasir yang menimbulkan abrasi, atau membuang sampah sembarangan.

Iman Kristen memahami kerusakan lingkungan hidup sebagai bagian dan wujud dari perilaku manusia yang tidak sejalan dengan tujuan Tuhan menciptakan alam semesta. Memelihara Bumi dan tidak merusak ekosistem adalah bukti penguasaan diri manusia. Dunia adalah tempat tinggal bersama yang sesama penghuninya hidup bergantung. Wujud kuasa manusia atas alam terlihat dalam batasan mandat untuk memeliharanya. Perilaku ramah lingkungan adalah bagian iman, salah satu ujian iman yang membumi. Maka, bencana alam yang sedang mendera kita bukan hanya fenomena alam, tetapi karena kelalaian kita sebagai pelaksana mandat Allah untuk mengelola bumi ini sebaik mungkin.

Kepedulian terhadap lingkungan hidup tidak lagi perlu dipertanyakan. Barangkali yang menjadi persoalan adalah praktek dalam kehidupan sehari-hari setiap orang. Jadi, kita harus ingat! Bukan hanya langit dan Bumi diciptakan Tuhan, tetapi manusia dan taman. Manusia ditakdirkan hidup dalam taman, dalam suatu ketergantungan. Taman bagi lurah adalah wilayah kelurahan, kecamatan bagi camat, kabupaten bagi bupati, kota bagi wali kota, provinsi bagi gubernur, dan negeri bagi presiden. Pejabat yang dengan enteng meyakinkan rakyat bahwa bencana adalah fenomena alam sedang lari dari tanggung jawab publiknya. Kita masing-masing mempunyai taman yang perlu dipelihara. Rumah dan lingkungan sekitar, kantor, jalan yang kita lalui. Di mana kita berada, lingkungan adalah taman yang harus dipelihara.

POKOK-POKOK PENDALAMAN

  1. Apakah pemanasan global sebuah fakta/realitas yang kita hadapi bersama ataukah hanya sebuah rekayasa politik? Bagaimana penjelasan Anda?
  2. Bagaimana kaitannya antara tanggungjawab ekologis dengan iman kepada Allah? Jelaskan!
  3. Apa yang dapat Anda lakukan untuk berperan serta dalam menjaga dan memelihara kelestarian alam di sekitar kehidupan Anda?

“Hidup manusia sangat terikat erat dengan lingkungan alam sekitarnya. Merusak alam sekitarnya berarti merusak lingkungan kehidupannya sendiri yang dapat membawa pada kebinasaan umat manusia. Sebaliknya, memelihara dan melestarikan lingkungan alam sekitarnya berarti manusia menyelamatkan kehidupannya di masa kini dan masa depan bagi generasi yang akan datang.” (Jotje Hanri Karuh)

About these ads

Tentang blessedday4us

Pdt. Jotje Hanri Karuh - GKI Kebonjati Bandung
Tulisan ini dipublikasikan di BINA SPIRITUALITAS dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s