KEBAHAGIAAN SEBUAH RUMAH TANGGA

Mazmur 128:1-6

“ berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya.” (Mazmur 128: 1)

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Apakah yang diidamkan oleh setiap orang dalam kehidupan berumah tangga ?  Apa yang diidamkan banyak orang pada saat ia memutuskan untuk berumah tangga ? Saudara, tidak salah rasanya kalau saya menjawab bahwa yang diidamkan oleh banyak orang dan kita semua dalam berkeluarga ialah kita beroleh kebahagiaan. Setiap orang ingin bahagia. Tidak ada orang menikah untuk menderita. Kalau tidak percaya kita tanya saja pada Saudara……… dan Saudari…………. yang akan menikah ini.

Saudara yang terkasih,

Mazmur 128 yang kita baca bersama pasa saat ini berbicara mengenai apa yang menjadi dambaan kita semua dalam berkeluarga, yaitu kebahagiaan. Dan bagi pemazmur, dasar utama untuk meraih kebahagiaan ialah takut kan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya. Takut akan Tuhan berarti menjadikan Tuhan dan perintahNya sebagai dasar utama kehidupan keluarga. Takut akan Tuhan berarti siap menerima pasangan hidupnya dengan penuh cinta kasih yang murni yang rela memberi dan berkorban bagi orang yang dicintainya; sebab ada orang yang menikah dengan tujuan supaya ia dapat menuntut pasangannya berbuat ini dan itu untuk kepuasan dirinya sendiri. Takut akan Tuhan berarti siap berbagi kehidupan dengan pasangannya baik saat suka maupun duka; saling memberi semangat, dorongan dalam hal-hal yang baik dan saling menerima segala kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Apabila kita benar-benar  membangun keluarga kita di dalam takut akan Tuhan dan petunjukNya, maka kata pemazmur kita akan memperoleh tiga berkat yang akan melengkapi kebahagiaan kita, yaitu:

Pertama, kita akan berbahagia dalam menikmati hasil jerih lelah pekerjaan kita. Tuhan memberkati orang yang bekerja sehingga ia dapat menikmati hasil keringatnya itu dengan penuh sukacita. Mereka penuh syukur atas apa yang boleh mereka nikmati bersama. Harta benda yang kita peroleh dengan hasil kerja sendiri akan memberikan kebahagiaan buat keluarga kita. Sebab kita memperolehnya dengan kejujuran.

Berkat kedua, istrinya akan menjadi pohon anggur yang subur di dalam rumahnya. Petani di Israel biasanya menanam pohon anggur karena air buah anggur merupakan minuman yang menyegarkan. Anggur yang menyegarkan dan menggembirakan hati itu dipelihara dengan baik sehinga menjadi pohon anggur yang subur dan menghasilkan buah yang lebat. Demikian jugalah seorang istri yang takut kan Tuhan ia akan seperti pohon anggur yang memberikan kesegaran dan kegembiraan. Tetapi dari pihak suami pun dituntut perlakuan yang sama terhadap istrinya. Sehingga keluarga yang dibangun akan penuh cinta kasih dan damai sejahtera.

Berkat ketiga, kalau di tengah keluarga itu hadir anak-anak maka anak-anak itu akan seperti pohon zaitun di sekeliling meja. Minyak pohon zaitun sangat harum yang membuat wajah berseri-seri. Juga dari tunas pohon zaitun itu akan menghasilkan buah yang lebat. Di sini kita dapat mengerti bila pemazmur menggambarkan anak-anak yang tahu menghormati, mengasihi  orangtuanya maka masa depan anak sangat berbahagia.

Saudara, kita juga perlu memperhatikan di sekitar kita bahwa pangkal kerusakan dan perceraian suami-istri karena sering gara-gara harta, gara-gara kelakuan suami atau istri atau gara-gara kejahatan anak-anak. Dan tidak sedikit keluarga Kristen yang berakhir dengan perceraian. Bahkan akhir-akhir ini katanya tingkat perceraian, termasuk di kalangan Kristen, semakin tinggi.

Pemazmur dengan sungguh-sungguh berbicara tentang kebahagiaan yang dihubungkan dengan ketiga macam berkat itu kita boleh berbahagia  karena hasil kerja atau jerih lelah kita, kita berbahagia bersama suami/istri dan anak-anak asal saja kita menghayati dan melaksanakan firman Tuhan dalam Mazmur 128 ayat 1, yaitu takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya.

Saudara, berbahagialah suami-istri yang selalu takut akan Tuhan, yang selalau beribadah, selalu berdoa, selalu bersyukur, selalu hidup menurut jalan yang ditunjukkannya. Nah, tentunya Saudara…… dan Saudari……  ingin agar pernikahan saudara diwarnai oleh kebahagiaan. Oleh sebab itu, jadikan Mazmur 128 ini sebagai bahan renungan yang berharga dalam menjalani kehidupan keluarga saudara. Tuhan memberkati keluarga Saudara. Amin.

Have a blessed day,

Pdt. Jotje Hanri Karuh

About these ads

Tentang blessedday4us

Pdt. Jotje Hanri Karuh - GKI Kebonjati Bandung
Tulisan ini dipublikasikan di Khotbah Pernikahan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s