PENGGEMBALAAN

oleh : Pdt. Jotje Hanri Karuh

Istilah Penggembalaan sudah sangat kita kenal dan dengar. Tetapi sering kali dalam paraktiknya istilah penggembalaan ini sering disalahtafsirkan. Kesalahpengertian itu antara lain sebagai berikut:

  • Tugas penggembalaan kepada warga jemaat hanyalah tugas Pendeta saja. Oleh sebab itu keterlibatan Penatua dalam penggembalaan terhadap jemaat dapat dikatakan kurang terlibat.
  • Tindakan penggembalaan hanya diberikan kepada warga jemaat yang mempunyai kasus dalam hidup bergereja dan moralitas. Misalnya mengingkari ajaran GKI serta kelakuannya telah menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Sebagai Pejabat Gerejawi kita jangan terperangkap dalam kekeliruan seperti itu. Oleh sebab itu mari kita melihat bagaimana semestinya kita memahami dan melaksanakan dengan benar tugas penggembalaan ini. Sehingga menjadi berkat bagi jemaat.

DASAR TEOLOGIS PENGGEMBALAAN

Dasar tindakan gereja melaksanakan penggembalaan kepada warganya adalah bercermin dari apa yang dilakukan oleh Tuhan sendiri sebagaimana  yang disaksikan dalam Alkitab. Sudah sejak semula Alkitab kita memberikan kesaksian bahwa Tuhan Allah adalah gembala bagi umatNya. Sebagai Gembala, Tuhan senantiasa memimpin, mengumpulkan, menyegarkan, memelihara, menuntun dan menghibur umatNya. Hal ini misalnya dapat kita lihat dalam Yesaya 40: 11, Mazmur 23, Yehezkiel 34.  Pekerjaan untuk menggembalaan umat kemudian dipercayakan kepada pemimpin-pemimpin bangsa Israel (Yeh.34:2).

Perjanjian Baru memberikan kesaksian bahwa Gembala yang baik itu telah datang dalam diri Tuhan Yesus Krustus (Yohanes 10). Gembala yang baik ini  telah menyerahkan  hidupNya bagi domba-dombaNya. Dan dasar dari tindakan Gembala Agung ini adalah karena kasihNya kepada manusia dan dunia (Yoh.3:16).

Setelah Kristus Yesus naik ke surga segala tugasNya diserahkan kepada gerejaNya. Kepada murid-muridNya Tuhan Yesus memerintahkan, “Gembalakanlah domba-dombaKu.” (Yohanes 21:15). Dalam perkembangan gereja kemudian maka tugas penggembalaan ini diberikan kepada pejabat khusus dan juga kepada segenap angota jemaat (I Petrus 5:2, Roma 12:8,10).

Dengan demikian kita dapat melihat bahwa tugas penggembalaan merupakan tugas yang penting dari Tuhan bagi gereja. Dan kepada segenap warga jemaat pun Tuhan memanggil agar menjadi gembala bagi saudara-saudara seimannya. Dengan melaksanakan tugas panggilan penggembalaan ini maka domba-domba yang Tuhan percayakan kepada gerejaNya dapat terbina, terjaga dan terpelihara.

BENTUK DAN TUJUAN PENGGEMBALAAN

Penggembalaan adalah wujud perhatian dan pertolongan yang didasarkan pada kasih Tuhan Yesus Kristus dalam kehidupan bergereja yang dilakukan oleh dan semua pihak dalam tubuh GKI sebagai upaya memelihara iman (Tata Laksana GKI Bab XII, Pasal 28). Dengan demikian tindakan penggembalaan bukanlah tindakan untuk menghakimi atau menjatuhkan seseorang; melainkan bentuk kasih yang diungkapkan untuk bersama-sama dalam kesatuan jemaat memelihara iman terhadap Tuhan Yesus kristus.

Dalam praktiknya GKI mengenal dua bentuk penggembalaan, yaitu penggembalaan umum dan penggembalaan khusus. Penggembalaan umum adalah penggembalaan yang ditujukan kepada segenap warga jemaat. Penggembalaan ini diberikan dengan tujuan menjaga, memelihara dan membangun seluruh anggota jemaat dalam iman dan kelakuan yang benar. Sehingga dapat mewujudkan kehidupannya yang sesuai dengan Firman Allah. Penggembalaan umum dilakukan melalui pelayanan firman yang dilaksanakan dalam kebaktian (khotbah), pelawatan, surat penggembalaan, percakapan pastoral (baptis anak, sidi, baptis dewasa dan pernikahan) dan pertemuan-pertemuan jemaat lainnya.

Sedangkan penggembalaan khusus adalah penggembalaan yang dilaksanakan kepada anggota jemaat baik secara pribadi atau kelompok yang kehidupannya, yaitu kelakuan dan atau pengajarannya bertentangan dengan iman kristen dan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Agar yang bersangkutan dapat dibimbing untu menyesali dan memohon pengampunan dari Tuhan dan bertobat. Penggembalaan khusus yang dilakukan tidak terbatas kepada anggota jemaat saja; melainkan juga terhadap Penatua dan Pendeta apabila melakukan sesuatu perbuatan seperti yang dikatakan tersebut di atas.

Dari pengertian penggembalaan tersebut di atas maka dalam praktiknya ada empat hal yang dapat kita lakukan yaitu: Membimbing, menghibur, mengingatkan dan menguatkan.

HAL-HAL PENTING DALAM PENGGEMBALAAN

Terdapat beberapa hal penting yang harus kita perhatikan dalam melaksanakan penggembalaan. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:

  • Dalam rangka tanggungjawab kepada Tuhan yang sudah mempercayakan domba-dombaNya kepada kita maka tindakan penggembalaan ini harus kita lakukan secara tetap, teratur dan penuh tanggungjawab.
  • Firman Tuhan harus mendapat tempat yang penting di dalam penggembalaan. Jangan jadikan firman Tuhan sebagai tambahan atau embel-embel.
  • Dalam mengembalakan seseorang atau kelompok tertentu yang bermasalah; kita perlu memiliki rasa “Empati.” Bersikap empati berarti kita mencoba dengan sungguh-sungguh apa yang menjadi pokok persoalan yang dihadapinya. Hati, pikiran dan perasaan kita diarahkan sepenuhnya kepada orang yang ada di hadapan kita mencurahkan isi hatinya. Perlihatkan dengan sikap kita bahwa kita peduli kepadanya atau kepada mereka.
  • Dalam percakapan jangan sampai kata-kata kita menghakimi, menjatuhkan atau menyudutkan. Sebab dengan berbuat demikian lawan bicara kita akan menutup diri, mempertahankan dan membenarkan dirinya. Oleh sebab itu gunakanlah kata-kata yang bersifat diplomatis untuk mengetahui sedalam-dalamnya pikiran mereka yang sedang kita gembalakan.
  • Bimbing lawan bicara kita untuk dapat melihat  secara jelas pokok persoalannya dan bimbing pula agar ia sendiri dapat mengambil kesimpulan dan jalan keluar yang harus dilakukannya.
  • Hendaknya kita lebih banyak mendengar dari pada berbicara.

PELAKSANAAN PENGGEMBALAAN KHUSUS KEPADA ANGGOTA JEMAAT

  • Setelah mendengar laporan anggota jemaat yang tidak berhasil menegur anggota lain yang jatuh dalam dosa, Majelis Jemaat melakukan peneguran terhadap anggota yang jatuh dalam dosa tersebut.
  • Apabila yang bersangkutan bertobat maka penggembalaan khusus terhadap dirinya dinyatakan selesai.
  • Sedangkan apabila Majelis Jemaat telah menegur beberapa kali dan tidak membawa hasil; dan dosanya telah diketahui banyak orang maka hak-haknya sebagai anggota jemaat untuk ikut Perjamuan Kudus, dipilih menjadi Pejabat Gerejawi dan anggota Badan Pembantu (baik di jemaat maupun Klasis dan Sinode), membaptiskan anaknya dan mendapatkan pelayanan peneguhan dan pemberkatan nikah dibekukan.
  • Majelis Jemaat terus melaksanakan penggembalaan terhadap yang bersangkutan agar menyesali dosanya, mohon pengampunan dari Tuhan dan bertobat.
  • Apabila yang bersangkutan pada akhirnya bertobat, Majelis Jemaat akan mengadakan percakapan penggembalaan dengannya. Penggembalaan khusus baginya dinyatakan selesai. Selanjutnya hak-haknya sebagai anggota jemaat dipulihkan.
About these ads

Tentang blessedday4us

Pdt. Jotje Hanri Karuh - GKI Kebonjati Bandung
Tulisan ini dipublikasikan di BINA SPIRITUALITAS dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke PENGGEMBALAAN

  1. Merilyn berkata:

    Syaloom,
    Terima kasih artikelnya.

    Apa kabar Pdt. Jotje?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s