FARISI, SADUKI DAN YESUS KRISTUS

Yohanes 11: 45 – 53

“…apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepadaNya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita danbangsa kita.” (Yohanes 11: 47-48)

Banyak alasan orang berusaha menghambat perkembangan orang lain. Ada banyak faktor yang membuat kita tidak suka orang lain lebih maju dari kita. Iri hati, dengki dan takut tersaingi merupakan penyebab utamanya. Iri hati dan dengki mendorong kita untuk menjelek-jelekkan orang lain atau memfitnahnya. Dan ketakutan kita akan kegagalan karena tidak mampu bersaing dengan orang lain dapat mendorong kita untuk mengambil jalan pintas untuk menjatuhkan orang lain yang kita anggap lebih sukses atau berhasil.

Perasaan iri, dengki dan takut tersaingi inilah yang mendorong orang Farisi dan Saduki berencana menangkap dan membunuh Yesus. Orang Farisi dan Saduki takut kehilangan pamornya dihadapan orang banyak. Gejala ini sudah semakin mereka rasakan dengan banyaknya orang yang meninggalkan mereka dan percaya serta mengikut Yesus. Yesus adalah orang yang mereka nilai sangat berbahaya bagi kedudukan mereka.

Siapakah orang Saduki dan Farisi ini? Orang Saduki ialah politikus yang sangat berpengaruh dalam memegang jabatan-jabatan penting pemerintahan di bawah kekaisaran Roma. Yang untuk mencapai tujuannya, orang Saduki ini menghalalkan segala cara asalkan untung, selamat, hidup enak dan berkuasa; masa bodoh dengan masyarakat atau orang lain. Orang Saduki merasa terancam oleh Yesus sebab pengjaran dan mujizat yang dibuat Yesus mengancam kekuasaan dan gengsi mereka di bidang politik dan sosial. Sedangkan kelompok Farisi adalah mereka yang sangat memperhatikan dengan teliti hukum Taurat sampai yang kecil-kecilnya; tetapi yang sangat tidak peduli dengan kehidupan sehari-hari.  Mereka berpikiran sempit sehingga suka merendahkan dan menghina orang lain, tidak mau bergaul dengan orang bukan Yahudi. Yang tidak sama dengan mereka dinilai sebagai orang berdosa, najis dan tercela.

Tetapi usaha orang Farisi dan Saduki ini mengalami kesulitan. Karena cinta kasih Yesus memberi bukti bahwa Ia adalah orang benar dan tidak dapat dipersalahkan. Yesus tidak seperti Farisi dan Saduki. Yesus bukanlah tipe pemimpin yang suka menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuanNya. Yesus juga bukan tipe pemimpin yang suka mengorbankan orang lain asalkan kedudukan saya aman. Yesus juga bukan seorang pemimpin yang berpikiran sempit melainkan luas dan terbuka: Yesus menghargai setiap manusia dan mencintainya. Yesus mau bergaul dengan semua orang dan mempunyai penilaian positif terhadap semua orang. Sehingga setiap orang yang ada di dekatNya merasakan penerimaan yang hangat dan tulus, merasa dihargai dan dibangkitkan gairah hidupnya. Tidak ada dengki dan iri hati yang dapat membuat dirinya menghancurkan orang lain.

Saudara, bahkan Yesus memberikan hidupnya untuk kita, manusia yang berdosa ini. Yesus adalah pemimpin yang rela berkurban demi orang lain dengan tulus. Dengan jalan salib, jalan penderitaan, Ia mengampuni, menyelamatkan dan memberi kita hidup baru, hidup yang lepas dari kuasa jahat.

Bagaimana jawab kita kepada Kristus Yesus yang telah menerima dan menyelamatkan kita? Oh…tentu saja kita harus memperlihatkan gaya hidup orang yang telah diselamatkan, yaitu:

  • Menerima pengurbanan Yesus ini dengan ungkapan syukur dan kerendahan hati. Sebab kita sebenarnya tidak layak tetapi Tuhan layakkan kita menjadi umat tebusanNya.
  • Berpikiran luas dan terbuka. Kita harus mengakui keberadaan orang lain yang lebih maju dengan kita; serta menerima perbedaan yang ada di dalam masyarakat. Sebab krtika kita berpikiran sempit dan picik hasilnya adalah bencana.
  • Berpikir positif terhadap orang lain.
  • Menjauhkan sifat dengki dan iri hati.
  • Tidak menghalalkan segala cara untuk meraih impian kita.

Bagaimana dengan hidup kita sekarang ini: Apakah kita lebih menunjukkan sifat seperti orang Farisi dan Saduki ataukah pola hidup Yesus? Amin.

Have a blessed Sunday,

Pdt. Jotje Hanri Karuh

Tentang blessedday4us

Pdt. Jotje Hanri Karuh - GKI Kebonjati Bandung
Pos ini dipublikasikan di Khotbah Minggu dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s